Segala sesuatu, seluruh kehidupan, seluruh ciptaan adalah bagian dari Satu Pikiran Asali.
Yang tak terbatas tidak mungkin banyak, karena kebanyakan adalah konsep yang terbatas. Untuk memiliki ketakterhinggaan, seseorang harus mengenali atau mendefinisikan ketakterhinggaan itu sebagai kesatuan; jika tidak, istilah itu tidak memiliki rujukan atau makna apa pun. Dalam Pencipta Tak Terbatas hanya ada kesatuan. Kita mengalami hal ini setiap hari dalam hidup kita melalui sinar matahari, yang merupakan contoh sederhana dari kesatuan. Ketika Anda melewatkan sinar matahari melalui sebuah prisma, sinar itu memperlihatkan warna-warna penyusunnya yang tak terbatas. Ini adalah contoh kesatuan yang disederhanakan.
1.1. Advaita Vedānta
Dalam tradisi Weda, Hukum Pencipta Tak Terbatas Yang Esa dikenal sebagai Advaita.
Advaita (bahasa Sanskerta: bukan dua) Vedānta adalah ajaran Weda tentang non-dualitas: diri individual (Ātman) dan realitas tertinggi (Brahman) adalah satu. Akarnya terletak pada Upanishad, yang ucapan-ucapan agungnya mengungkapkan kesatuan ini: Tat tvam asi („Engkau adalah Itu”) dan Aham Brahmāsmi („Aku adalah Brahman”).
Ādi Śaṅkara memberikan bentuk klasik kepada Advaita pada abad ke-8 M, melalui ulasan-ulasannya atas Upanishad, Bhagavad Gītā, dan Brahma Sūtra. Inilah inti dari Hukum Yang Esa: semuanya adalah satu, dan ada satu Pencipta tak terbatas.
Hukum Yang Esa adalah sebuah Upanishad modern yang sesuai dengan tahap evolusi kesadaran planeter saat ini. Hukum ini menjelaskan jalinan realitas dengan transparansi penuh, tanpa misteri dan abstraksi yang dahulu membuatnya berada di luar jangkauan pikiran intelektual. Dalam kejernihan ini, jalan bakti (hati, penerimaan) dan jalan pengetahuan (pikiran) bersatu, dan menjadi satu dalam karma (tindakan). Di mana misteri dahulu memungkinkan mereka yang berada di jalan Pelayanan kepada Diri Sendiri untuk mengeksploitasi orang-orang yang tidak bersalah di jalan Pelayanan kepada Sesama, penjelasan sederhana yang baru ini membawa kejernihan tertinggi dan memberdayakan setiap manusia yang berdaulat yang mempelajari dan mengikuti Hukum Pencipta Tak Terbatas Yang Esa.
1.2. Kasih/Cahaya dan Cahaya/Kasih
Kasih/Cahaya dan Cahaya/Kasih adalah energi-energi dasar dari Sang Pencipta Tak Terbatas Yang Esa.
Kasih/Cahaya adalah energi cerdas yang menciptakan dan memelihara seluruh ciptaan.
Cahaya/Kasih adalah Ketakterhinggaan cerdas yang memungkinkan Kehendak Bebas setiap entitas untuk membentuk takdirnya sendiri.
1.3. Tiga Hukum Utama dari Hukum Yang Esa
Ada tiga Hukum utama dari Hukum pencipta tak terbatas yang esa:
- Hukum Kehendak Bebas atau Jalan Kebingungan
- Hukum Kasih atau Jalan Penciptaan dan Fokus Kreatif
- Hukum Cahaya atau Jalan Kebijaksanaan
Data, ketika diolah, menjadi pengetahuan. Pengetahuan itu seperti bensin bagi mobil, tetapi kecepatan berasal dari pemanfaatan. Pengetahuan, ketika dimanfaatkan/ diterapkan melalui tindakan dan dialami dalam hidup, menjadi Cahaya/ Kebijaksanaan.
Kehendak Bebas dengan secara sadar memilih fokus kreatif dari potensialitas untuk terwujud menjadi realitas dan dialami dalam hidup yang membawa cahaya/ kebijaksanaan melalui tanggung jawab pribadi.