Bagian 2: Sesi Pribadi

61. Mahabharata dan Sri Krishna

Aku adalah Ra dan kami menyapa Anda dalam kasih dan dalam cahaya sang pencipta tak terbatas yang esa. Kami berkomunikasi sekarang mengenai pertanyaan tentang realitas Mahabharata. Kami akan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Namun, daya pertimbangan dianjurkan untuk pertanyaan Anda mengenai kompleks naratif yang dikenal oleh bangsa Anda sebagai Mahabharata. Kami memandang ini sebagai suatu kompleks getaran yang mengandung baik peristiwa sejarah maupun distorsi mitologis. Memang ada suatu tindakan perang yang besar, sebuah perang dengan skala yang signifikan yang terjadi di bola planeter Anda. Peristiwa ini memicu pelepasan katalis secara besar-besaran dalam bentuk berakhirnya inkarnasi fisik bagi banyak kompleks pikiran tubuh roh. Namun, sebagaimana semua sejarah di antara bangsa Anda, penuturan spesifiknya telah sangat diwarnai oleh bias-bias budaya, kebutuhan akan arketipe-arketipe kepahlawanan, dan distorsi-distorsi teologis para juru tulis yang menuangkan kompleks-kompleks memori ini ke dalam instrumen dan catatan selama berabad-abad. Meskipun konflik intinya adalah realitas fisik, narasi itu melayani tujuan yang lebih tinggi sebagai alat pengajaran metafisik yang menggambarkan pergulatan antara polaritas positif dan negatif. Apa yang mungkin Anda sebut pelayanan kepada sesama, para Pandawa, dan pelayanan kepada diri sendiri, jalan para Kurawa, meskipun dalam ruang waktu densitas ketiga Anda garis-garis ini sering kali kabur. Mengenai pertanyaan tentang ruangwaktu peristiwa itu dalam ukuran ruangwaktu Anda yang agak sulit bagi kami untuk ditentukan dengan ketepatan yang Anda inginkan karena pergeseran sejarah yang tercatat pada Anda. Konflik ini terjadi sekitar 5,100 tahun matahari Anda di masa lalu yang kira-kira bersesuaian dengan 3,100 SM dalam perhitungan Anda. Lokasinya adalah anak benua India, suatu wilayah yang kaya akan pencarian akan Yang Esa meskipun sering kali melalui ritual-ritual yang rumit. Periode ini menandai suatu transisi dalam siklus-siklus planet Anda yang dalam filsafat Anda sering disebut sebagai awal suatu zaman yang lebih gelap atau Kali Yuga di mana selubung kelupaan menjadi lebih berat. Mengenai kepengarangan Bhagavad Gita, kompleks bunyi getaran yang dikenal sebagai Bhagavad Gita adalah bagian dari epos agung yang mengandung sari Hukum Yang Esa. Khususnya mengenai disiplin kepribadian dan jalan pelayanan. Pengarangnya dalam arti fisik adalah entitas yang dikenal sebagai Vyasa yang bertugas sebagai juru tulis dan penyusun. Namun, pencetus konsep-konsep itu adalah entitas yang Anda kenal sebagai Krishna. Dialog itu mewakili suatu transmisi telepatis atau spiritual kebijaksanaan densitas tinggi yang dikristalkan menjadi kata-kata oleh juru tulis itu. Ini adalah transmisi Hukum Yang Esa yang disesuaikan melalui distorsinya sendiri tentang kewajiban atau dharma yang cocok bagi budaya keprajuritan pada masa itu. Mengenai identitas dan perjalanan jiwa Krishna, Anda bertanya apakah entitas Krishna adalah seorang pengembara. Kami menegaskan hal ini. Entitas yang dikenal sebagai Krishna adalah seorang pengembara dengan kemajuan yang signifikan. Entitas ini membawa dan datang dengan misi khusus untuk meringankan getaran planeter yang telah sangat condong ke arah polaritas negatif karena tindakan-tindakan perang para penguasa pada masa itu. Entitas Krishna berasal dari densitas kelima akhir yang merupakan densitas kebijaksanaan dan cahaya yang sedang bertransisi ke dalam densitas keenam atau densitas kesatuan. Perjalanan jiwa entitas ini adalah perjalanan turun ke dalam wahana tubuh kimiawi yang berat dari bumi densitas ketiga. Bukan untuk belajar melainkan untuk mengajar dan memperagakan. Getaran entitas ini adalah sinar biru yang merupakan sinar kebijaksanaan dan komunikasi. Inilah sering kali sebabnya entitas ini digambarkan dalam pewarnaan Anda dengan warna kulit biru. Ini adalah pengenalan bawah sadar oleh bangsa Anda akan tubuh energi sinar biru yang dominan dalam manifestasi entitas ini. Ajaran-ajaran Krishna berfokus pada perlunya melakukan tindakan tanpa keterikatan pada buah dari tindakan itu. Ini adalah ajaran kebijaksanaan densitas kelima yang paling hakiki yang menyeimbangkan welas asih densitas keempat dengan kebijaksanaan densitas kelima yang membimbing entitas menuju gerbang ketakterhinggaan cerdas. Setelah berakhirnya wahana fisik Krishna, kompleks memori sosial ini kembali ke densitas asalnya setelah berhasil menanam benih jalan bakti atau bhakti dan kewajiban atau karma yoga yang menawarkan gerbang kelulusan bagi banyak entitas di wilayah Anda. Karena itu kami meninggalkan Anda sekarang dalam kemuliaan dan kedamaian sang pencipta tak terbatas yang esa. Bye

Semua topik Hukum Yang Esa

Manusia yang berdaulat bukanlah titik data.