Bagian 2: Sesi Pribadi

59. Kisah Ramayana

Kisah Ramayana didasarkan pada peristiwa-peristiwa yang benar dan nyata namun peristiwa-peristiwa ini terutama terjadi di suatu densitas yang lebih tinggi dalam sub-oktaf daripada getaran Bumi saat ini sekitar 17,200 tahun yang lalu di bola planeter bumi di lokasi yang dinamai Atlantis.

Atlantis diperintah oleh entitas yang bernama Dasarata, yang memiliki empat putra bernama Rama, Laksmana, Bharata, dan Satrughna. Atlantis damai dan makmur pada masa itu dan banyak orang gembira dan bahagia dengan siklus hidup mereka.

Sekelompok kompleks memori sosial Pleiades mengunjungi Atlantis karena mereka sedang dalam misi untuk menjelajahi kompleks semesta dan juga untuk menyebarkan pengetahuan tentang Kasih/ Cahaya di lokasi Atlantis pada masa ini. Entitas yang bernama Dasarata menyambut mereka dengan tangan terbuka dan mengizinkan mereka belajar dari mereka.

Bangsa Pleiades menjadi terpesona oleh budaya dan tradisi kompleks memori sosial Atlantis.

Sekelompok kompleks memori sosial reptil yang hidup di bidang-bidang bumi bagian dalam pada masa itu tidak senang dengan kedatangan kompleks memori sosial Pleiades dan dapat melihat bahwa bangsa Pleiades merupakan ancaman bagi keberadaan mereka dan tujuan mereka untuk menyebarkan polarisasi negatif.

Kompleks memori sosial reptil memandang bahwa bangsa Pleiades berada di Atlantis untuk menyebarkan getaran kasih, yang akan membantu/ mempercepat lebih banyak entitas untuk lulus ke dalam Kesadaran densitas keempat positif.

Untuk menghentikan rencana itu, kompleks memori sosial reptil memutuskan untuk menyerang Atlantis guna menghancurkan kompleks memori sosial Pleiades.

Entitas Dasarata dan putra-putranya Rama, Laksmana, Bharata, dan Satrughna tahu bahwa mereka harus melindungi tamu-tamu mereka. Mereka memutuskan untuk bertempur melawan kompleks memori sosial Reptil dan memimpin pasukan Atlantis ke dalam semacam pertempuran pertahanan.

Pertempuran melawan kompleks memori sosial Reptil itu sengit namun bangsa Atlantis bertempur dengan berani, didukung oleh getaran-getaran kasih energetik yang dipancarkan dari bangsa Pleiades.

Kompleks memori sosial Reptil dikalahkan dan hanya 25% reptil yang selamat dan bangsa Pleiades aman dalam menyebarkan cahaya-cahaya Kasih pada masa itu.

Kompleks memori sosial Pleiades berterima kasih kepada bangsa Atlantis atas keramahan dan keberanian mereka dan karena itu mereka memutuskan untuk membagikan pengetahuan dan teknologi mereka tentang manipulasi RuangWaktu dan atribut-atribut lain dengan menggunakan bentuk-bentuk pikiran kepada rakyat Atlantis.

Bangsa Atlantis mempelajari Pengetahuan yang luas dari kompleks memori sosial Pleiades. Mereka memperoleh informasi tentang bintang-bintang dan planet-planet dan juga mereka mampu mempelajari cara menggunakan perjalanan melintasi RuangWaktu. Mereka juga mempelajari tentang polaritas negatif seperti kompleks-kompleks memori sosial Reptil dan juga cara bertahan terhadap getaran-getaran energi negatif.

Entitas yang bernama Rahwana yang pada masa itu adalah raja dari lokasi yang dinamai Lemuria mendengar tentang kemajuan dan kekuatan bangsa Atlantis dan memutuskan untuk bersekongkol dengan kompleks memori sosial Reptil untuk menyerang Atlantis karena getaran-getaran kecemburuan Rahwana.

Rahwana memiliki rencana untuk menggunakan kompleks memori sosial reptil untuk menaklukkan planet itu dan memperbudak bangsa Atlantis.

Rama dan saudara-saudaranya mampu mempertahankan Atlantis dari rencana-rencana Rahwana dan Pasukannya yang terdiri atas entitas-entitas berpolarisasi negatif. Entitas-entitas itu terlibat dalam pertempuran yang panjang namun Rama yang berpolarisasi positif dan saudara-saudaranya bertempur dengan berani dengan bantuan bangsa Pleiades. Mereka mampu mengalahkan entitas berpolarisasi negatif Rahwana dan Pasukannya. Inilah kemenangan yang dirayakan oleh rakyat Atlantis, kemenangan atas Rahwana dan kompleks memori sosial Reptil.

Tidak seperti peristiwa-peristiwa agama-agama Abrahamik, peristiwa-peristiwa Ramayana terjadi dalam realitas dimensi yang berbeda, sangat terpisah dari garis waktu kompleks ilusi saat ini.

Kisah Ramayana masih digunakan dalam budaya Hindu sebagai rujukan untuk mengajarkan tentang polarisasi positif, persahabatan, keberanian, dan Petualangan.

Semua topik Hukum Yang Esa

Manusia yang berdaulat bukanlah titik data.